Digital Cinema Film
DIGITAL CINEMA DALAM DUNIA FILM
Industri film adalah industri yang tidak ada habisnya.
Sebagai media massa, film digunakan sebagai media yang merefleksikan realitas,
atau bahkan membentuk realitas. Cerita yang ditayangkan lewat film dapat
berbentuk fiksi atau non fiksi. Lewat film, informasi dapat dikonsumsi dengan
lebih mendalam karena film adalah media audio visual. Media ini banyak digemari
banyak orang karena dapat dijadikan sebagai hiburan dan penyalur hobi.
- Industri Film
Dulu film yang dihasilkan berupa gambar hitam putih,
tetapi sekarang film yang ada sudah bewarna seperti nyatanya objek tersebut. Sekitar
tahun 1822an, film-film yang ada adalah film bisu (tidak ada suaranya) hanya
ada adegan-adegan sehingga penonton sulit untuk menangkap pesan yang ingin
disampaikan. Dengan kemajuan teknologi, kini suara yang ada bisa terdengar
dengan jelas, bersih, dan noisenya hampir tak terdengar. Adegan-adegan yang
terdapat dalam film bisu berlangsung sangat cepat, kini film yang ada berdurasi
kurang lebih 2 jam dengan narasi yang runtut. Film-film yang ada dapat
diberikan musik latar dengan teknologi komputer dan segala macam efek-efek yang
membuat film lebih dramatis dan terlihat lebih nyata.
Media yang digunakan untuk menikmati film kini sudah
banyak. Jika dulu menggunakan teknologi yang sangat besar, berat, dan layarnya
sangat kecil, kini film dapat dinikmati di televisi, bioskop, atau lewat VCD
dan DVD. Selain itu, film dapat dinikmati pula di rumah dengan kualitas gambar
yang baik, tata suara yang ditata rapi, yang diistilahkan dengan home theater. Dengan
teknologi komputer, film dapat dibuat dengan biaya produksi yang lebih murah
namun dengan kualitas yang baik. Munculnya film-film animasi yang mana itu
adalah hasil karya dari kecanggihan teknologi komputer. Internet sangat membantu dalam mempromosikan
film ke khalayak virtual.
Alat-alat produksi seperti kamera, komputer dll
memiliki ukuran yang semakin kecil dan semakin canggih sehingga memudahkan
dalam pembuatan film. Lokasi film diambil dapat direkayasa atau diambil di
studio dengan settingyang menyerupai aslinya. Film dapat di didistribusikan ke
seluruh benua dengan teknologi yang ada. Produser membuat film-film yang lebih
imajinatif, kreatif dan modern. Film yang dihasilkan terlihat seperti nyata
berkat kemajuan teknologi saat ini. Seperti harry potter, star wars, spiderman,
transformer dll. Dengan perkembangan internet, film juga dapat disaksikan lewat
jaringan superhighway. Saat ini tidak hanya berkembang film dengan 2 dimensi
(2D) tetapi di era yang penuh dengan perkembangan teknologi dan serba digital
sekarang sudah banyak film 3 Dimensi(3D) yang sangat luar biasa. Misalnya
contoh film yang kaya dengan teknologi seperti Star Wars,yang 3D contohnya Ice
Age 3, Final Destination 3,sekarang aka n ada avatar dalam 3D.
Dalam film Avatar kacamata polarisasi merupakan sebuah
perkemabangan dalam film 3 D yang sebelumnya hanya menggunakan kacamata
berlensa merah dan hijau. Berbeda dengan kacamata untuk menonton film 3 D,
kacamata polarisasi terlihat bening sama seperti kacamata biasa. Dengan
teknologi capture information, film animasi seperti avatar dibuat dengan
menggunakan komputer dari image aksi manusia yang sesungguhnya. Munculnya
studio membuat produksi semakin mudah tetapi biaya yang diperlukan lebih mahal.
Dengan kemajuan teknologi, film yang dihasilkan dapat berupa gambar
stereoscopic. Gambar stereoscopic merupakan gambar dimana ketika kita melihat
pada layar maka seolah-olah kita merasa bahwa gambar tersebut sangat dekat. Dengan
aplikasi komputer grafis yaitu computer generated imagery (CGI) dapat dibuat
film animasi. Mimik wajah pemainnya dapat dibuat dengan menggunakan teknologi
bukan lagi tata rias
Kecanggihan teknologi visual membuat sineas menjadi
tak kesulitan menciptakan imajinasi melalui efek visual khusus yang memanjakan
mata dan membuat penonton berdecak. Kamera digital atau media lain dapat
membantu manusia dalam pembuatan film yang diperuntukkan untuk diri sendiri atau
merekam kegiatan. Seperti film dokumenter. Semua efek-efek di dunia akting ,
animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik
yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan
animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer. Sebagai contoh film-film
Hollywood berjudul TITANIC itu sebenarnya tambahan animasi untuk menggambarkan
kapal raksasa yang pecah dan tenggelam, sehingga tampak menjadi seolah-olah
mirip dengan kejadian nyata. Penonton dapat dengan mudah mendownload film yang
ingin ditonton. Sehingga pembajakan pun juga semakin meningkat.
Di Indonesia, film yang dihasikan belum memanfaatkan
kemajuan teknologi yang ada. Salah satu efek CGI dalam film yaitu digital
grading. Dengan efek ini warna asli hasilshooting direvisi menggunakan
perangkat lunak untuk memberikan kesan sesuai dengan skenario. Contoh penerapan
efek ini yaitu penggunaan pada wajah Sean Bean (pemeran Boromir) dalam ”The
Lord of the Rings : The Two Tower” ketika mati dibuat lebih pucat. Jadi, tidak
dengan trik kosmetik, tetapi dengan polesan komputer. Aplikasi komputer grafis
yang digunakan adalah Computer Generated Imagery (CGI). Beberapa software dari
CGI yang popular atau sering digunakan antara lain Maya, Blender, Art of
Illusion dll. Computer-generated imagery (juga dikenal sebagai CGI) adalah
penerapan bidang komputer grafis, atau lebih khusus, grafis 3D komputer untuk
efek khusus dalam film, program televisi, iklan dan simulasi umumnya, dan media
cetak. Dengan perangkat lunak ini bisa diciptakan gambar 3D lengkap dengan
berbagai efek yang dikehendaki.
- Bagi Penonton
Penonton dapat melihat film dengan layar yang lebar
dan suasana yang lebih nyaman. Contohnya di bioskop film akan main/mulai
diputar, lampu dimatikan dan pintu-pintu ditutup sehingga penonton dapat
konsentrasi memusatkan segala perasaannya.Ketika menonton film, tidak lagi film
yang hanya bergerak dan tidak bewarna. Jadwal bioskop dapat dilihat dari
internet.Untuk menikmati gambar 3D, hanya diperlukan kacamata yang mendukung
teknologi tersebut.Dengan televisi digital, penonton dapat memilih film yang
ingin ditonton hanya dengan satu saluran saja.Film yang dihasilkan lebih
bervariasi. Sehingga penonton dapat memilih film apa yang ingin ditonton
Penonton tidak perlu menonton di lapangan seperti
zaman dulu yang menggunakan layar tancap, tetapi hanya perlu ke bioskop atau
bahkan membeli teknologi home theater untuk menonton di rumah.
Komentar
Posting Komentar